Jakarta, ZONAWARTA.COM – Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih-bersih di Pasar Tomang Barat, Jakarta, pada Jumat (14/3), sebagai bagian dari Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan). Gerakan ini bertujuan meningkatkan kebersihan dan kenyamanan pasar rakyat sebagai pusat perdagangan yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, kedua menteri turun langsung membersihkan area pasar bersama para pedagang dan pengunjung. Menteri Budi Santoso menekankan pentingnya peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kebersihan pasar. “Pasar yang bersih bukan hanya menarik lebih banyak pembeli, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Kami ingin membangun kebiasaan baru di mana pedagang dan pengunjung ikut serta dalam menjaga kebersihan,” ujarnya.
Gernas Mapan menjadi proyek percontohan nasional yang digagas Kementerian Perdagangan dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup. Menteri Hanif Faisol Nurofiq menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kebersihan pasar rakyat. “Kami akan menurunkan tim khusus untuk membantu pengelolaan sampah di pasar. Revitalisasi pasar rakyat ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem perdagangan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” katanya.
Selain aksi bersih-bersih, pemerintah juga menyerahkan bantuan peralatan kebersihan dan memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada para pedagang dan pengelola pasar. Kedua menteri turut meninjau fasilitas bank sampah serta sistem pemilahan sampah yang telah diterapkan di Pasar Tomang Barat.
Sejumlah tantangan masih dihadapi dalam pengelolaan sampah pasar, seperti kurangnya keterlibatan pengelola dan pedagang dalam memilah sampah, serta penggunaan kantong plastik sekali pakai yang masih tinggi. Sarana prasarana pengelolaan sampah juga perlu ditingkatkan, termasuk tempat sampah dan Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Gernas Mapan selaras dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2021 tentang kebersihan pasar rakyat serta mendukung kebijakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Sebelumnya, gerakan serupa telah dilakukan di Pasar Atas Kota Cimahi pada 22 Februari 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan juga memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Tomang Barat. Berdasarkan pemantauan, harga bapok relatif stabil dengan pasokan yang aman. “Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, namun secara keseluruhan masih dalam batas wajar. Minyak goreng MINYAKITA misalnya, masih dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter,” jelasnya.
Berikut beberapa harga kebutuhan pokok yang terpantau di pasar:
- Beras premium: Rp16.000/kg, beras medium: Rp14.000/kg
- Gula pasir: Rp19.000/kg
- Minyak goreng premium: Rp23.000/liter, minyak goreng curah: Rp19.800/liter
- Tepung terigu kemasan premium: Rp13.000/kg
- Daging sapi: Rp140.000/kg, daging ayam ras: Rp40.000/kg, telur ayam ras: Rp30.000/kg
- Cabai rawit merah: Rp100.000/kg, cabai merah keriting: Rp50.000/kg, cabai merah besar: Rp60.000/kg
- Bawang merah: Rp65.000/kg, bawang putih honan: Rp45.000/kg, bawang putih kating: Rp50.000/kg
Dengan adanya Gernas Mapan, diharapkan pasar rakyat semakin nyaman, sehat, dan memiliki daya saing lebih tinggi, sehingga tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Sumber: Kemendag