Australia, ZONAWARTA.COM – Pemilu federal Australia resmi dijadwalkan pada 3 Mei mendatang, dengan persaingan sengit antara Perdana Menteri Anthony Albanese dari Partai Buruh dan pemimpin oposisi Peter Dutton dari Koalisi Liberal-Nasional.

Albanese mengumumkan tanggal pemilu dari Gedung Parlemen pada Jumat (28/3), menegaskan kembali komitmennya untuk mengatasi krisis biaya hidup yang menjadi perhatian utama masyarakat. Sementara itu, jajak pendapat menunjukkan persaingan yang ketat, dengan kemungkinan bahwa tidak ada satu partai pun yang akan memperoleh mayoritas mutlak dan harus bekerja sama dengan anggota parlemen independen atau partai minoritas.

“Kami masih dalam proses membangun kembali negeri ini setelah satu dekade pemerintahan sebelumnya. Butuh lebih dari tiga tahun untuk memperbaiki kekacauan yang mereka tinggalkan,” ujar Albanese dalam konferensi pers.

Di sisi lain, Dutton menegaskan bahwa rakyat Australia membutuhkan perubahan kepemimpinan. “Pertanyaannya sederhana: apakah kita hidup lebih baik dibandingkan tiga tahun lalu? Karena keputusan-keputusan buruk dari Partai Buruh, masyarakat mengalami kesulitan,” katanya. Ia berjanji untuk menekan pengeluaran pemerintah, mengurangi jumlah pegawai negeri, dan menurunkan biaya energi serta bahan bakar.

Sementara Partai Hijau, yang mengalami lonjakan dukungan pada pemilu sebelumnya, menyatakan bahwa pemilih harus memilih mereka untuk memastikan akuntabilitas pemerintah dalam isu lingkungan dan perumahan. “Pemerintahan minoritas akan terjadi. Dan dengan pilihan utama yang sama menariknya dengan ikan busuk, Anda bisa melihat alasannya,” ujar pemimpin Partai Hijau, Adam Bandt.

Pemilu ini akan menjadi ujian besar bagi Albanese, mengingat tidak ada pemerintah Australia yang tersingkir setelah hanya satu periode sejak 1931. Sejak terpilih pada 2022, ia telah menghadapi berbagai tantangan, termasuk kegagalan referendum tentang pengakuan konstitusional bagi masyarakat Aborigin dan Torres Strait Islander pada 2023 serta tekanan ekonomi global yang memperburuk krisis biaya hidup.

Dengan sistem pemungutan suara wajib di Australia, hasil pemilu ini akan sangat bergantung pada bagaimana masing-masing kandidat meyakinkan pemilih bahwa mereka mampu membawa negara ke arah yang lebih baik.

Sumber: BBC

Rekomendasi untuk Anda