ZONAWARTA.COM – Pendiri SpaceX, Elon Musk, mengumumkan bahwa roket Starship miliknya akan melakukan perjalanan ke Mars pada akhir tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan di tengah upaya perusahaan dalam menyelidiki beberapa insiden ledakan yang terjadi dalam uji terbang terbaru.
Musk menyebutkan bahwa pendaratan manusia di Mars bisa dimulai paling cepat pada 2029, jika misi awal berjalan dengan baik. Namun, ia juga menambahkan bahwa tahun 2031 adalah skenario yang lebih realistis.
Starship, yang merupakan roket terbesar yang pernah dibuat dengan tinggi mencapai 123 meter, menjadi elemen penting dalam ambisi Musk untuk menjadikan Mars sebagai planet yang dapat dihuni manusia. Meski begitu, serangkaian kegagalan masih menghantui pengembangan roket ini. Dalam uji coba pekan lalu, salah satu roket Starship meledak beberapa menit setelah diluncurkan dari Texas. Ini menjadi kegagalan kedua di tahun ini, setelah insiden serupa terjadi pada Januari lalu.
SpaceX menyatakan akan melakukan analisis mendalam untuk memahami penyebab utama ledakan terbaru, yang terjadi setelah kehilangan beberapa mesin selama penerbangan. Sementara itu, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menegaskan bahwa SpaceX harus menyelesaikan investigasi sebelum dapat melakukan penerbangan berikutnya.
Selain menjadi bagian dari misi ke Mars, Starship juga diharapkan dapat digunakan oleh NASA dalam program Artemis untuk mengembalikan manusia ke Bulan dengan versi yang telah dimodifikasi.
Musk telah lama bercita-cita membawa manusia ke Mars. Pada 2016, ia sempat mengungkapkan rencana untuk mengirim pesawat ruang angkasa Dragon ke Mars pada 2018. Kemudian pada 2020, ia menyatakan keyakinannya bahwa SpaceX dapat mendaratkan manusia di Mars dalam enam tahun. Pada 2024, ia mengumumkan rencana peluncuran Starship pertama ke Mars pada 2026, dengan penerbangan berawak yang dijadwalkan dalam empat tahun setelahnya.
Dalam misi ke Mars mendatang, Musk juga berencana membawa robot humanoid Tesla bernama “Optimus”. Robot ini pertama kali diperkenalkan ke publik tahun lalu dan dirancang untuk melakukan tugas-tugas sehari-hari dengan perkiraan harga antara $20.000 hingga $30.000.
Sementara itu, pada hari Jumat lalu, SpaceX berhasil meluncurkan roket Falcon 9 yang membawa awak ke International Space Station (ISS). Misi ini juga bertujuan untuk memulangkan dua astronot, Butch Wilmore dan Suni Williams. Keduanya seharusnya hanya tinggal di ISS selama delapan hari, tetapi mengalami keterlambatan lebih dari sembilan bulan karena masalah teknis pada pesawat ruang angkasa eksperimental buatan Boeing yang mereka gunakan.
Sumber: BBC