Google mengumumkan telah menemukan ribuan listing bisnis palsu di Google Maps dan mengambil tindakan hukum terhadap jaringan penipu yang diduga berada di baliknya. Dalam gugatan yang diumumkan pada Rabu (20/03), Google menyebut bahwa seorang individu, yang bekerja dalam jaringan lebih luas, menciptakan dan menjual profil bisnis palsu di platform tersebut.

Investigasi ini bermula dari laporan sebuah bisnis di Texas yang menemukan seorang tukang kunci tak berlisensi mencatut nama mereka di Google Maps. Dari kasus ini, Google berhasil mengidentifikasi dan menghapus lebih dari 10.000 listing tidak sah yang mencakup bisnis fiktif hingga akun bisnis asli yang diretas atau diambil alih oleh pihak tak bertanggung jawab.

Google menemukan bahwa banyak dari penipuan ini menargetkan sektor layanan darurat atau kebutuhan mendesak, seperti tukang kunci dan layanan derek. Para pelaku memanfaatkan kondisi darurat konsumen untuk menipu dan meminta biaya yang jauh lebih tinggi dari tarif normal.

Salah satu modus yang diungkap Google adalah “bait and switch,” di mana konsumen yang mencari layanan lokal malah diarahkan ke bisnis palsu. Dalam kasus lain, panggilan ke bisnis asli justru dialihkan ke layanan penipu yang kemudian menawarkan harga tinggi setelah korban terhubung dengan mereka.

Selain itu, jaringan ini juga beroperasi secara global dan menggunakan media sosial untuk memperluas jangkauan mereka. Dalam gugatan, Google menunjukkan bukti bahwa para penipu menggunakan grup Facebook untuk menjual “ulasan bintang lima” yang melanggar pedoman Google. Dengan ulasan palsu ini, mereka menutupi reputasi buruk bisnis yang sebenarnya.

Google menyatakan bahwa mereka menggunakan berbagai teknologi otomatis dan tim analis untuk mendeteksi serta menghapus bisnis palsu dari platformnya. Pada tahun 2023, Google telah menghapus atau memblokir sekitar 12 juta profil bisnis palsu, meningkat satu juta dari tahun sebelumnya.

Halimah DeLaine Prado, Penasihat Umum Google, menyarankan pengguna untuk selalu berhati-hati saat mencari layanan di Google Maps. “Jika sesuatu terasa mencurigakan, berhenti sejenak dan verifikasi keaslian bisnis tersebut,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar konsumen mewaspadai bisnis yang meminta informasi pribadi yang tidak relevan atau pembayaran melalui metode yang tidak biasa, seperti kartu hadiah atau transfer.

Google menegaskan bahwa profil bisnis online memiliki peran penting bagi bisnis kecil dan menengah dalam membangun reputasi dan kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, penipuan ini tidak hanya merugikan individu, tetapi juga mengganggu ekosistem bisnis digital secara keseluruhan.

Sebagai langkah lanjutan, Google berencana mendonasikan semua ganti rugi yang didapat dari kasus ini kepada organisasi yang berfokus pada pemberantasan penipuan digital.

Sumber: CBS News

Rekomendasi untuk Anda