Serangan Udara AS di Yaman Tewaskan 53 Orang, Termasuk Anak-Anak
ZONAWARTA.COM – Serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat pada Sabtu lalu menewaskan sedikitnya 53 orang, termasuk lima anak dan dua perempuan. Serangan ini menargetkan kelompok pemberontak Houthis, yang telah lama menguasai bagian barat laut Yaman.
Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Houthis, Anis al-Asbahi, selain korban tewas, sebanyak 98 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan ini dilakukan sebagai respons terhadap serangan Houthis terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
“Ini adalah aksi tegas dan kuat untuk mengamankan jalur perdagangan global,” ujar Trump dalam pernyataan resminya.
Sementara itu, pemimpin Houthis, Abdul Malik al-Houthi, menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan mundur dan akan terus menyerang kapal-kapal AS di Laut Merah selama serangan terhadap Yaman masih berlangsung.
Serangan ini memicu reaksi keras dari Iran, yang diketahui mendukung Houthis. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding AS melakukan tindakan agresif yang tidak beralasan dan menyerukan diakhirinya dukungan terhadap “genosida dan terorisme” di wilayah tersebut.
Di tengah eskalasi konflik, PBB melalui Sekretaris Jenderalnya, Antonio Guterres, menyerukan agar semua pihak menahan diri dan segera menghentikan aksi militer yang semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.
Sumber: BBC