Jakarta, ZONAWARTA.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar acara Pengukuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM Tahun 2025 dan meresmikan Laboratorium Regional Jayapura. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, sementara sejumlah kepala daerah lainnya bergabung secara daring.

Dalam acara yang mengusung tema “Sinergitas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk Mewujudkan Obat dan Makanan yang Aman, Bermutu, dan Berdaya Saing dalam Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045,” BPOM menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan, BPOM melakukan restrukturisasi terhadap UPT di berbagai wilayah. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan serta meningkatkan kualitas pengawasan di seluruh Indonesia. Pengukuhan tersebut ditandai dengan penandatanganan digital Prasasti Pengukuhan UPT, yang melibatkan Kepala BPOM dan Gubernur NTT, khususnya untuk Balai Besar POM di Kupang.

Pada tahun 2024, BPOM berhasil meningkatkan klasifikasi beberapa UPT. Dua Balai POM, yakni di Kupang dan Gorontalo, kini berstatus Balai Besar POM (eselon II). Sementara itu, 11 Loka POM lainnya naik menjadi Balai POM, termasuk di Banyumas, Balikpapan, Indragiri Hulu, Dumai, Bima, Sanggau, Tulang Bawang, Tabalong, Ende, Tanjungbalai, dan Bau-Bau.

Selain peningkatan klasifikasi, BPOM juga melakukan pemindahan lokasi dua UPT. Balai Besar POM Banjarbaru yang sebelumnya berlokasi di Banjarmasin kini berkedudukan di Banjarbaru. Sementara itu, Loka POM di Kabupaten Sijunjung sebelumnya berada di Kabupaten Dharmasraya. Penataan ulang ini telah mendapat izin prinsip dari Kementerian PANRB dan dituangkan dalam Peraturan BPOM Nomor 3 Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah yang telah memberikan hibah tanah untuk pengembangan UPT BPOM. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah atas komitmennya dalam mendukung pengawasan obat dan makanan di daerah,” ujarnya.

Dengan 76 UPT BPOM yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), BPOM berkomitmen untuk memastikan pengawasan obat dan makanan berjalan secara optimal guna melindungi masyarakat dari risiko kesehatan.

Sebelum acara pengukuhan, Kepala BPOM bertemu dengan Gubernur NTT serta 21 bupati dan 1 wali kota dari provinsi tersebut. Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di NTT.

“Kaitannya dengan hilirisasi produk, ada ribuan produk UMKM yang berasal dari NTT. Kami berkomitmen untuk mendukung pengembangan produk UMKM NTT tersebut,” ujar Taruna Ikrar. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dalam menggerakkan UPT BPOM di NTT guna menangani isu keamanan pangan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya program One Village One Product yang bertujuan mendorong setiap desa dan kelurahan di NTT untuk memiliki satu produk unggulan. “Kalau satu produk unggulan bertemu dengan yang lain, ini bisa dilakukan hilirisasi untuk memberi nilai tambah produk,” jelasnya.

“Kami akan dorong produk UMKM ini agar memperoleh izin edar BPOM dan masuk ke pasar domestik. Dukungan BPOM sangat berarti dalam menggerakkan roda ekonomi daerah,” tambahnya.

Selain pengukuhan UPT, BPOM juga meresmikan Laboratorium Regional BPOM yang ke-8 di Jayapura. Keberadaan laboratorium ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengujian obat dan makanan di wilayah Indonesia Timur. Sebagai salah satu pilar utama dalam pengawasan, laboratorium ini akan menjadi landasan saintifik dalam pengambilan keputusan strategis BPOM.

Peningkatan klasifikasi UPT dan peresmian laboratorium ini merupakan langkah konkret BPOM dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di daerah. Kepala BPOM Taruna Ikrar menutup acara dengan mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi. “Mari kita perkuat sinergi untuk mencapai cita-cita mulia ini. Bersama-sama, kita dapat mendukung Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sumber: BPOM

Rekomendasi untuk Anda