Kementrian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pascabencana
Jakarta, ZONAWARTA.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan darurat pascabanjir dan tanah longsor yang hampir bersamaan melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sejak 25 November 2025, berbagai perangkat teknis mulai dari alat berat, pompa air, hingga ratusan personel diterjunkan untuk memulihkan akses infrastruktur yang terdampak.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa upaya pemulihan membutuhkan kerja terkoordinasi di seluruh tingkat pemerintahan.
“Dalam situasi darurat, kecepatan dan kolaborasi adalah kunci. Kementerian PU telah menggerakkan seluruh sumber daya mulai dari alat berat, personel teknis, termasuk dukungan logistik untuk membantu penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ujar Menteri Dody.
Sejak laporan bencana masuk, balai-balai teknis di tiga provinsi langsung melakukan pembukaan akses jalan, pengendalian banjir, serta penyediaan layanan dasar seperti air bersih dan sanitasi. Posko siaga didirikan untuk memperkuat koordinasi dengan BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.
Penanganan di Aceh
Sebanyak 43 unit alat utama disiagakan di Aceh. Dua puluh unit alat berat sudah bekerja membersihkan sedimen dan membuka jalur yang tertutup. BWS Sumatera I juga mengerahkan excavator untuk mengatasi endapan di saluran pembuangan Aceh Utara dan mengoptimalkan pintu air agar banjir cepat surut.
Operasi di Sumatera Utara
Sebanyak 75 alat utama digerakkan, termasuk 58 alat berat dan 10 pompa alkon. Dua puluh satu alat berat ditempatkan lebih awal untuk menangani titik kritis, khususnya pada ruas Tarutung–Sibolga yang terputus oleh longsor besar. BBWS Sumatera II menangani sisa banjir bandang, pembersihan jalur terisolasi, serta perbaikan jembatan di sejumlah wilayah.
Pemulihan di Sumatera Barat
Kementerian PU menyiagakan 63 alat utama, termasuk 39 alat berat dan satu rumah pompa. Lima belas alat berat telah dikerahkan untuk menangani longsor di jalur Lubuk Selasih–Surian, membersihkan sedimen di Intake PDAM Padang, dan menormalisasi aliran Batang Malalo. BWS Sumatera V juga mendistribusikan geobag dan bronjong kawat untuk memperkuat tebing sungai dan memitigasi banjir susulan.
Selain dukungan alat, sebanyak 310 personel tanggap darurat dikerahkan: 121 di Aceh, 85 di Sumatera Utara, dan 104 di Sumatera Barat. Mereka bertugas membuka akses jalan, memindahkan material longsor, serta mempercepat pemulihan infrastruktur vital.
Kementerian PU memastikan seluruh upaya pemulihan berjalan maksimal demi mengembalikan fungsi layanan publik serta menjaga keselamatan warga di wilayah terdampak. Program ini juga menjadi bagian dari agenda “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” yang mendukung pelaksanaan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto.




