Jakarta, ZONAWARTA.COM – Indonesia kini memiliki perusahaan lokal pertama yang berhasil masuk level tertinggi dalam ekosistem partner Amazon Web Services (AWS). ICS Compute memperoleh pengakuan sebagai AWS Premier Tier Partner, posisi yang hanya ditempati sekitar 1 persen dari lebih dari 140 ribu partner AWS secara global.

Status ini menandai pencapaian penting dalam industri cloud nasional. Premier Tier diberikan kepada perusahaan yang mampu menunjukkan skala bisnis besar, investasi berkelanjutan dalam sertifikasi teknis, serta rekam jejak implementasi solusi cloud yang tervalidasi AWS.

CEO ICS Compute, Budhi Wibawa, menilai pencapaian ini memiliki dampak strategis bagi Indonesia. “Dari perspektif geopolitik teknologi, ini penting,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kemampuan lokal mengelola infrastruktur cloud menjadi krusial ketika banyak negara memperketat aturan data residency.

Pengakuan Premier Tier hadir bertepatan dengan penerapan penuh Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU No. 27/2022). Keberadaan partner lokal di level tertinggi dinilai dapat mempercepat pemenuhan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi, termasuk kewajiban keamanan data dan penunjukan DPO. Budhi menegaskan bahwa tantangan kepatuhan sering membuat sektor finansial menunda migrasi, dan kini hambatan tersebut dapat berkurang. “Dengan status Premier, kami menunjukkan bahwa kapabilitas tersebut kini tersedia di dalam negeri,” katanya.

Akses prioritas ke teknologi terbaru AWS, termasuk layanan generative AI seperti Amazon Bedrock dan Amazon SageMaker, ikut memperkuat posisi ICS Compute. Dengan puluhan profesional bersertifikasi tingkat Professional dan Specialty, perusahaan ini menjadi mitra rujukan untuk uji coba layanan baru AWS di Indonesia.

ICS Compute juga menilai status Premier dapat mendorong percepatan pengembangan talenta digital nasional. Budhi menjelaskan bahwa para profesional Indonesia akan terlibat langsung dalam proyek-proyek enterprise seperti migrasi SAP, modernisasi sistem perbankan, hingga implementasi kecerdasan buatan. “Pengalaman seperti ini yang membuat lulusan Indonesia menjadi kompetitif di level regional,” jelasnya.

Kebutuhan talenta digital Indonesia diperkirakan mencapai 453.000 hingga 600.000 orang per tahun hingga 2030, sementara kekurangannya masih berkisar 450.000 profesional setiap tahun. Kehadiran partner lokal di level Premier membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut melalui pelatihan dan keterlibatan dalam proyek berskala besar.

Pasar cloud nasional yang terus tumbuh menjadi latar penting pencapaian ini. Nilai layanan cloud Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$2,46 miliar pada 2025, sementara ekonomi digital nasional diproyeksikan melampaui US$110 miliar. Dengan kapasitas Premier Tier, sebagian belanja konsultasi cloud yang sebelumnya didominasi asing dapat beralih ke penyedia lokal.

Keberadaan AWS Jakarta Region dan lahirnya Premier Partner lokal meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor global. Banyak perusahaan multinasional mensyaratkan mitra lokal dengan sertifikasi internasional sebelum membuka pusat operasi regional, sebuah kriteria yang kini dapat dipenuhi ICS Compute.

Budhi menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi pijakan menuju ambisi lebih besar. “Ini milestone, bukan garis akhir,” tutupnya. “Target kami, dalam dua sampai tiga tahun ke depan, ketika orang berbicara tentang cloud excellence di Asia Tenggara, Indonesia bisa berdiri sejajar dengan Singapura.”

Rekomendasi untuk Anda